1eff64b6-aac6-44ae-aa1a-d3ff461d4d2f.jpg

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Seleksi Ajang Talenta 2026 Jenjang SD/MI dan SMP/MTs Tahun 2026 sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan prestasi di bidang akademik maupun non akademik, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni dalam laporannya menyampaikan bahwa Ajang Talenta merupakan momentum penting untuk menemukan dan membina peserta didik berbakat sekaligus membentuk karakter pelajar melalui pengembangan prestasi di bidang seni budaya, serta olahraga.

Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, sportivitas, dan pengembangan potensi peserta didik di bidang olahraga.

“Melalui O2SN ini, kita ingin melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu bersaing hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Kalah dan menang adalah hal biasa, tetapi semangat, disiplin, dan kejujuran harus menjadi nilai utama yang dibawa oleh setiap peserta, 

O2SN sebagai momentum mempererat persahabatan dan meningkatkan semangat berprestasi demi mengharumkan nama Kabupaten Sintang di tingkat provinsi maupun nasional. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Manajemen Talenta Nasional yang bertujuan mengembangkan bakat  murid secara berkelanjutan serta membentuk karakter pelajar yang kompetitif, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab.

Pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD/MI, tercatat sebanyak 372 peserta mengikuti seleksi, terdiri dari 125 peserta bidang Matematika, 136 peserta bidang IPA, dan 111 peserta bidang IPS. Sementara pada jenjang SMP/MTs, jumlah peserta mencapai 467 orang, dengan rincian 153 peserta bidang Matematika, 154 peserta bidang IPA, dan 160 peserta bidang IPS.

Selain OSN, seleksi juga mencakup Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang mempertandingkan cabang atletik, renang, bulutangkis, dan pencak silat dengan melibatkan peserta dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sintang. Sementara Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) mempertandingkan berbagai cabang seni, seperti menyanyi solo, mendongeng, pantomim, tari, ilustrasi, dan menulis cerita.

Pelaksanaan seleksi untuk jenjang SD/MI berlangsung pada 13–15 Juni 2026, sedangkan jenjang SMP/MTs digelar pada 15–17 Juni 2026. Perlombaan dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Stadion Baning Sintang, Kolam Renang Baliomoro, GOR A. Yani, dan Gedung Padepokan IPSI Sintang. Adapun FLS3N dilaksanakan secara daring di Ruang Rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang.

Panitia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan semangat tinggi dan menjunjung sportivitas. Peserta terbaik dari seleksi tingkat kabupaten ini nantinya akan mewakili Kabupaten Sintang pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Pada tahun 2025, Kabupaten Sintang berhasil mengirimkan wakil hingga tingkat nasional melalui O2SN cabang pencak silat putra dan putri, FLS3N cabang pantomim, serta OSN bidang studi IPS. Capaian tersebut diharapkan dapat kembali terulang bahkan meningkat pada pelaksanaan Ajang Talenta Tahun 2026.

Sementara itu Helmi Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan mewakili Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan bahwa Ajang Talenta bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan generasi muda yang unggul. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan potensi terbaik peserta didik di berbagai bidang.

“Ajang Talenta menjadi sarana pengembangan bakat dan minat siswa sekaligus bagian dari pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas

Ia meyakini, di antara para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdapat calon pemimpin masa depan, ilmuwan, guru, seniman, atlet, pengusaha, hingga tokoh masyarakat yang kelak mampu mengharumkan nama Kabupaten Sintang di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Karena itu, para peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki, Yang jauh lebih penting adalah pengalaman, pembelajaran, persahabatan, dan karakter yang terbentuk selama mengikuti kegiatan ini. Semangat untuk terus belajar dan berkembang harus menjadi tujuan utama.